Oleh-oleh d’Bistro Geber Oktober

Sekarang saya sudah mandi, sudah sholat dan makan, dengan pikiran segar siap berbagi oleh-oleh acara d’Bistro Geber Oktober tadi siang.

Sepanjang perjalanan pulang dari terminal Pulogadung menuju rumah, saya sempat membuat sedikit catatan di Facebook. Anggap aja sebagai catatan pengantar … hehe

Yang mau tau silahkan baca disini yaa

http://www.facebook.com/notes/ratna-yuliana/dbistro-3-oktober-2010/10150096671637788

Dan sesuai dengan komentar Mas Hengky di Facebook, saya memang berniat menulis ulang catatan tersebut menjadi versi blog. Mungkin lebih tepatnya melanjutkan kisah seru pengalaman d’Bistro hari ini yang belum sempat saya tuliskan di catatan Facebook.

Sebaiknya cerita soal ujan-ujanan ga usah ditulis ulang kali yaa. Itu mah cuma buat nambah romantis suasana aja hehehe. Ada hal lain yang lebih seru buat saya bagi.

Dimulai dari pembukaan acara oleh Mba Nadia dengan bergoyang bersama menikmati alunan musik yang melantunkan lagu ulang tahun merayakan berdirinya d’BC Network yang ke-4. Disusul dengan tepuk d’BCN lengkap dengan yel-yelnya.

Yang paling berkesan bagi saya adalah saat rekognisi. Secara bertahap mulai dari level 3% sampai level 21%, setiap d’BCNers yang berhasil naik level akan dipanggil ke panggung dan mendapatkan penghargaan berupa pin dan hadiah produk Oriflame. Acara ini diselingi dengan sharing pengalaman dari para leaders.

Pada saat rekognisi Senior Manager, biasanya d’BCNers yang naik panggung akan diminta menyampaikan testimoni. Ada mba siapa yaa… duh maaf aku lupa namanya… yang testimoninya membuat saya terkesan dan merinding dibuatnya.

Sebut aja dengan Mba X. Beliau ini sedikit mendemonstrasikan sesuatu yang membuat saya tercengang dan takjub. Kejadian yang aneh tapi nyata!

Begini ceritanya.

Mba X ini meminta semua audience untuk mengatupkan kedua belah tangan kiri dan kanan. Kesepuluh jari tangan yang saling menempel satu sama lain sama panjangnya bukan?

Sekarang lepaskan tangan kiri lalu hadapkan telapak tangan kanan ke wajah kita dan katakan “jari tangan kanan lebih panjang” berulang-ulang sebanyak 3x.

Kemudian katupkan lagi kedua belah tangan kiri dan kanan. Apa yang terjadi? Ternyata jari tangan kanan BENAR-BENAR lebih panjang dari jari tangan kiri.

Percaya tidak? Coba deh buktikan sendiri.

Dan hikmah dibalik demonstrasi tersebut menurut Mba X adalah siapapun yang percaya kalau dirinya bisa sukses di bisnis Oriflame, maka dia akan benar-benar mencapai kesuksesan tersebut.

O ya, mengenai dream book dan whistlist yang disampaikan oleh Mba Astrid. Dikatakan bahwa untuk mencapai sukses diperlukan mimpi sebagai sumber motivasi. Tentu bukan sekadar mimpi tanpa arti di siang bolong. Tetapi mimpi tersebut harus spesifik, dapat diukur dan mempunyai batas waktu.

Contohnya mimpi saya ingin menjadi senior manager pada bulan Desember 2010.

Lalu mimpi itupun harus bisa diwujudkan untuk mencapai level berikutnya dan perlu ada alasan mengapa mimpi tersebut harus dicapai.

Oleh karenannya mimpi-mimpi tersebut sebaiknya dituliskan atau divisualisasikan (dream book) dan bisa dalam bentuk daftar (whistlist).

Kalo menurut saya sih intinya, mimpi tersebut menjadi target atau tujuan yang ingin dicapai sehingga harus jelas, terukur dan batas waktu yang ditetapkan diperlukan untuk mencapai target atau tujuan berikutnya.

Ada yang cukup mengesankan buat saya ketika Raisa putri Mba Dini ikut naik ke panggung dan menceritakan mimpinya. Gadis cilik ini bilang bahwa mimpinya menjadi diamond pada usia 18 tahun karena ingin menjadi diamond pertama termuda dari Indonesia.

Wow, masa kalah sama anak kecil. Hihi…

Nah sekarang bagaimana agar kita dapat mempertahankan mimpi-mimpi tersebut sehingga membuat kita terus bekerja keras dan berusaha mewujudkannya? Berikut adalah tips dari Mba Sarah.

1. Planning, planning dan planning. Membuat rencana dan bekerja melaksanakan rencana tersebut.

2. Jadikan semua halangan sebagai tantangan sehingga kita tidak berhenti di tengah jalan.

3. Terus belajar, terus menambah kemampuan dan pengetahuan sehingga kita akan terus maju.

4. Posisikan diri untuk selalu kepepet karena posisi kepepet seringkali membuat memaksa seseorang menjadi lebih baik, lebih maju, lebih pintar dan seterusnya.

5. Hargai diri sendiri. Kalo bukan kita sendiri siapa lagi?

6. Berbagi kebahagiaan, sekecil apapun kepada siapapun.

7. Selalu berdoa agar Allah SWT senantiasa mempermudah jalan, membuka lebih banyak peluang.

Hmmm…apa lagi yaa oleh-olehnya… karena kantuk mulai menyerang  jadi mentok deh pikirannya xixixi…

Mau bobow dulu ahhh

—-

Update:

Kebangun jam setengah tiga pagi komputer masih menyala dan terpampang di layar halaman ini. Lalu saya baca ulang lagi ternyata oleh-olehnya masih belum lengkap. Jadi saya lanjutin ceritanya yaaa…

Di akhir acara ada perayaan ulang tahun d’BC Network. Semua pengurus d’BC Network naik ke atas panggung. Entah kenapa saya ikut larut dalam suasana penuh haru yang terjadi. Terutama saat Mba Nadia mengucapkan terima kasih dengan penuh emosi dan berurai air mata kepada Mba Sarah dan Mba Dini, orang-orang yang berperan penting pada awal berdirinya d’BC Network.

Demikian pula saat doa bersama yang dipimpin oleh Mba Nadia sendiri. Dengan suara agak  serak dan tersendat karena emosi, Mba Nadia mengucapkan doa kepada Allah SWT agar d’BC Network bisa terus maju dan berkembang mengantarkan semua anggotanya untuk bisa mencapai mimpi-mimpinya masing-masing.

Lalu acara ditutup dengan mengundang anak-anak kedepan untuk menyanyikan lagu ulang tahun dan meniup lilin bersama. Dan akhirnya Hanum ikut mencicipi kue ulang tahun yang diinginkannya sejak pertama kali ia melihatnya.

Sayangnya kali ini saya benar-benar datang sendiri. Semua aplen yang saya kenal tidak bisa datang. Begitu juga dengan donlen di jaringan saya. Jadi setelah acara berakhir saya langsung pulang tanpa ada acara kopi darat bareng aplen-donlen seperti pada saat d’Bistro pertama kali pada bulan Juli lalu.

Panggung yang meriah
Mba Nadia: ayo goyang... duyu..uuuu
Mba Dini tau aja mau difoto 😉
Acara doa yang mengharu biru
Mba Nadia: eee..jangan dicolek dulu kuenya yaaa
Hanum serius menanti kue bagiannya
Waaa...dapat kue ulang tahun!

Leave a Reply