Jangan Takut Berubah

Nothing will change until we change it.

“Saya mau hidup lebih sehat. Saya mau sukses. Saya mau berhenti bekerja dan membuat bisnis sendiri.”

Begitulah sederet janji yang selalu Anda ucapkan dari waktu ke waktu. Nyatanya yang kerap terjadi adalah ucapan tinggal ucapan.

Takut Gagal

Menurut Alexander Sriewijono, psikolog dan konsultan pengembangan diri dari Daily Meaning, ibarat membangun sebuah gedung, pikiran kita adalah blue print dari suatu perubahan. Jadi, berhasil atau gagalnya suatu rencana, sangat bergantung pada ‘isi’ pikiran seseorang.

Ketika seseorang sedang merencanakan sebuah  perubahan, ia pasti akan berhadapan dengan dua risiko: sukses atau gagal. Sayangnya banyak orang cenderung kalah sebelum bertanding. Berbagai kecemasan menghantui kepala mereka: ” Apakah saya bisa tetap hidup mapan? Apakah citra diri saya akan menurun di mata orang?” Kecemasan-kecemasan ini mendera pikiran mereka sehingga akhirnya hidup mereka jalan di tempat.

Menurut Alex, kecemasan akan kegagalan atau ketidakpastian adalha salah satu penghalang seseorang untuk berubah. Kecemasan ini bisa jadi timbul karena mereka sudah terlanjur terjebak di dalam zona kenyamanan (comfort zone). Di zona ini seseorang merasa telah memperoleh segalanya sehingga merasa nyaman dan tidak perlu berubah.

Benahi Pikiran

Kenal dengan istilah berikut ini?

You are what you think

Jika kita membayangkan suatu kegagalan, maka pikiran tersebut seolah ‘memanggil’ berbagai kejadian yang membuat kita betul-betul gagal. Sebaliknya kalau kita selalu berpikir akan sukses, maka langkah kita akan mengantarkan menuju kesuksesan pula. Ini disebabkan karena pikiran kita mengikuti hukum tarik-menarik (law of attraction).

Jika dianalogikan dengan sebuah komputer, kata Erbe Sentanu, personal transformational coach dari Katahati Institute, otak manusia adalah hardware, sedangkan pikiran dan perasaan adalah software.

Di dalam software kita juga terdapat puluhan bahkan ratusan program yang terbentuk dari kebiasaan, pengalaman, maupun pengaruh lingkungan sejak kita lahir. Semua rekaman ‘program’ ini tersimpan di dalam hard disk yaitu pikiran bawah sadar.

Adanya gangguan dalam kinerja komputer disebabkan antara lain karena adanya ketidak cocokan antara software yang satu dengan yang lain (incompatible). Jika dipaksakan akan terjadi crash atau biasa kita bilang nge-hang.

Begitu halnya ketika kita ingin memasukkan software baru yaitu ingin sukses. Kalau di kepala kita masih dipenuhi pikiran negatif, seperti: percuma deh, saya pasti gagal, saya malu, saya ga bisa, susah, repot, ga punya waktu dan lain sebagainya, semakin kuat pula resistensi kita untuk melangkah.

Ini yang disebut dengan mental block (penjara mental). Pada dasarnya, mental block membelenggu gerak kita untuk melakukan sesuatu. Mulai dari kebiasaan, rutinitas, keyakinan hingga pengalaman traumatis bisa menyebabkan mental kita terpenjara.

Menurut Erbe, pikiran positif saja belum cukup tanpa diikuti dengan perasaan positif. Selama perasaan kita masih negatif terhadap kesuksesan, maka kita pun tidak akan memulai langkah menuju kesuksesan tersebut.

Keluar Dari Penjara Mental

Untuk membebaskan pikiran dari berbagai ‘penjara mental’, kita perlu mengidentifikasi dan meng-install ulang beberapa atau semua software yang tidak sinkron (incompatible). Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Reframing

Reframing adalah cara mengubah sudut pandang. teorinya orang baru mau berubah jika ia memperoleh reward (keuntungan) sebanding atau lebih besar dari ‘harga’ perjuangan yang dijalaninya. Semakin tinggi dan pentingnya reward yang didapat, semakin besar pula motivasi seseorang untuk meraihnya.

2. Visualisasi

Begitu dahsyatnya kekuatan pikiran, maka kita perlu menyeleksinya agar dapat  memotivasi tindakan kita  mencapai tujuan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan focusing dan visualisasi.

Sebelum mulai melangkah, bayangkan dulu gambaran tujuan secara deskriptif. Visualisasi ini sangat membantu untuk mengingatkan pada misi Anda sehingga tak goyah menghadapi berbagai gangguan.

3. Lakukan Dengan Santai

Untuk bisa menembus pikiran bawah sadar kita (gelombang alfa), maka kita perlu berada dalam kondisi relaks. menurut penelitian, dalam kondisi ini otak akan mengeluarkan hormon serotonin dan endorphin awhingga kita akan merasa nyaman, tenang dan bahagia.

Beberapa teknik yang dapat mengantarkan apda gelombang alfa ini adalah meditasi, zikir atau dengan mendengarkan CD Digital Prayer (terobosan teknologi dari Katahati Institute untuk reprogramming pikiran bawah sadar untuk berbagai kebutuhan traformasi diri).

Hanya saja pada kasus tertentu, seperti mengatasi trauma, memang dibutuhkan teknik khusus dan bantuan pihak ketiga dalam hal ini psikolog atau terapis untuk memantau prosesnya.

Jadikan Kebiasaan

Sejatinya, perubahan itu mutlak diperlukan untuk pengayaan hidup (life enrichment). Tak harus melakukan sesuatu perubahan yang dramatis. Cukup dengan melakukan sesuatu yang berbeda dan sedikit menantang pun bisa membuat hidup Anda lebih berwarna.

Anda bisa memilih perubahan yang sesuai dengan kemampuan. Kalau Anda termasuk tipe risk taker, mungkin bisa melakukan perubahan yang dramatis. tetapi kalau mau ‘bermain aman’, lakukan perubahan secara bertahap.

Cobalah memulai dari keseharian Anda. Lakukan eksperimen kecil untuk keluar dari rutinitas. Misalnya mengganti rute jalan Anda ke kantor. Sesekali cobalah beberapa jalur alternatif. Meski belum begitu lancar, tapi Anda bisa menemui pemandangan dan hal-hal baru yang membuat pikiran menjadi lebih segar. Atau, cobalah bekerja dengan  metode yang berbeda. Siapa tau Anda justru menemukan metode baru yang lebih efektif.

Dengan membiasakan berubah dari hal-hal kecil, kita tak lagi melihat perubahan sebagai suatu yang menakutkan. Sebaliknya, hal itu menjadi kebiasaan baru yang membuat kita siap mental  menghadapi perubahan yang besar.

Sumber: Majalah Pesona edisi Mei 2011

3-way link program: Preparedness Kit

Leave a Reply