Kiat Sukses Berbisnis Jaringan

bisnis Oriflame bersama dBC NetworkBisnis jaringan atau bisnis multi level marketing bisa mendatangkan keuntungan besar asalkan Anda ‘tahan banting’.

Seorang pelaku bisnis MLM – biasa disebut distributor, atau kalo di Oriflame disebut Independent Beauty Consultant – tak berbeda dengan pemasar di bisnis apapun. Volume penjualan adalah faktor penentu keberhasilan seseorang. Semakin besar pemasar menjual produk, semakin besar pula keuntungannya, dan terbuka lebar kesempatan untuk meraih sukses.

Di bisnis MLM khususnya di Oriflame meraih sukses itu disebut naik level dengan istilah khusus, mulai dari level konsultan 3% – 6% – 9%, level manager 12% – 15% – 18%, senior manager, director, diamond dan seterusnya.

Bagaiman caranya agar bisa mencapai kesuksesan di bisnis MLM, simak tips berikut ini.

Menjalankan sistem dengan benar

Bisnis MLM adalah gabungan dari sistem pemasaran dan pencarian kaki (donwline). Kedua sistem ini harus dilakukan bersama-sama dan berimbang. Tidak bisa seorang pemasar MLM hanya sibuk mencari downline atau menjual produk saja. Hal ini juga yang membedakan MLM dengan sistem piramida yang hanya mementingkan perekrutan.

Bukan Usaha Sampingan

Jika Anda mengenal atau pernah membaca kisah Nadia Meutia dan Dini Shanti, duo founder d’BC Network yang sukses di bisnis MLM Oriflame, maka Anda akan tau bahwa mereka sangat fokus dan serius dalam menjalankan bisnis Oriflame sebagai bisnis utama, bukan usaha sampingan. Bisnis ini memerlukan perencanaan yang matang dan usaha yang gigih.

Kerja Keras

Tidak ada yang dapat mencapai level yang tinggi di bisnis MLM tanpa melalui kerja keras yang luar biasa. Walaupun ada beberapa leader d’BC Network yang sanggup meraih level Senior Manager hanya dalam waktu 3 bulan sejak bergabung, tentu saja hasil kerja keras dalam merekrut dan membina jaringan.

Daya Tahan

Daya tahan dan daya juang seorang pemasar MLM mutlak sangat diperlukan. Tak boleh ada kata malas atau menyerah.

Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Bergabung

Disamping itu, ada satu hal yang cukup penting untuk Anda ketahui sebelum memutuskan bergabung dengan bisnis MLM. Yaitu pastikan bahwa perusahaan yang Anda ikuti bukan Money Game atau yang menjalankan ‘bisnis’ dengan sistem piramida.

Sebab tak sedikit perusahaan yang ‘berkedok’ MLM, yang awalnya menjanjikan bermacam bonus dan kemudahan sistem penjualan, ternyata tutup di tengah jalan atau tidak jelas jejaknya.

Parameter yang paling mudah untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut bonafid atau tidak adalah melalui Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Ini adalah lembaga resmi yang menaungi perusajaan penjualan langsunng, baik multi level maupun single level marketing.

Setiap perusahaan yang bergabung dengan APLI dijamin memiliki legalitas yang kuat, karena pasti memiliki SIUPL (Surat Ijin Penjualan Langsung).

Hal lain yang harus diperhatikan adalah biaya keanggotaan. Perusahaan MLM yang benar menarik biaya secara wajar. Perusahaan-perusahaan MLM yang sudah terbukti sukses dan mampu bertahan hingga belasan tahun di Indonesia mematok biaya keanggotaan dari puluhan ribu hingga ratusan ribu.

Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan keanggotaan dengan biaya jutaan atau bahkan puluhan juta, perlu diwaspadai atau dicurigai. Sebab biasanya biaya kenaggotaan MLM hanya sebagai pengganti starter kit yang berisi tata cara bisnis MLM di perusahaan tersebut.

Perusahaan MLM juga hanya membolehkan anggotanya bergabung sekali dengan satu kartu anggota. Sementara sistem piramida membolehkan atau bahkan menyarankan anggotanya untuk bergabung beberapa kali. Istilahnya membeli slot atau titik usaha.

 

#Dari berbagai sumber.

 

 

 

Leave a Reply