Kiat Mengatur Waktu Bisnis Dari Rumah

Lagi beres-beres majalah lama, eh ternyata nemu artikel menarik soal kiat mengatur waktu saat menjalankan bisnis dari rumah. Tips yang saya ambil dari Majalah Sekar Edisi 59/11 No 15-29 Juni 2011 ini memang ditujukan untuk pembaca ibu-ibu yang menjalankan usaha di rumahnya agar sukses  menjadi pebisnis rumahan dengan tetap memperhatikan keluarganya.

Cocok banget deh buat saya…heee 😀

Apa aja tu kiat-kiatnya. Yuk kita simak satu persatu.

  • Cari tau apa tujuannya.

Apa maksudnya kita berwirausaha? Apa konsekuensinya? Ini harus dipikirkan baik-baik sebelum kita menjalankan bisnis. Ketika menghadapi konflik, tujuan yang sudah ditetapkan di awal akan membantu mengatasi masalah tersebut. Kita pun kembali ke jalur yang benar.

  • Berbagi tugas.

Ketika memutuskan beriwirausaha, jangan menanggung sendiri beban pekerjaan rumah tangga. Sebaliknya, ajak suami berbagi tugas dan tanggung jawab mengurus rumah dan anak-anak.

Partisipasi sang ayah sangatlah berarti. Misalnya membantu merawat anak sakit atau menggantikan Anda yang berhalangan hadir ke pembagian rapor di sekolah.

  • Jelaskan alasan Anda berbisnis kepada anak.

Buah hati harus tahu mengapa ibunya terkadang begitu serius di rumah dan butuh waktu sendiri. Kalau tidak anak bisa rewel dan terus menerus memotong alur pekerjaan kita.

Ketika menjelaskan, gunakan bahasa yang mudah dipahami. Ini bukan berarti pekerjaan menjadi prioritas nomor satu. Keluarga tetaplah fokus utama Anda, namun Anda juga butuh waktu untuk menjalankan bisnis.

  • Tetapkan prioritas dan tentukan target.

Agar waktu tidak terbuang percuma, ada baiknya menentukan prioritas apa yang penting buat kita dan  keluarga.

Usahakan semua perencanaan (per hari, per minggu, atau per bulan) dibuat dalam bentuk tertulis. Dengan mencatat semua rencana, tujuan dan prioritas, waktu yang digunakan akan lebih efisien.

  • Miliki ruang kerja sendiri.

Saat menjalankan usaha di rumah, pekerjaan bisa dilakukan dimana saja. Hari ini bisa bekerja di dapur. Keeseokan harinya kita bekerja di ruang tamu. Tahu-tahu tanpa disadari, seluruh ruangan di rumah menjadi kantor Anda. Ini harus dihindari. Pilihlah satu ruangan yang hanya Anda gunakan untuk bekerja.

  • Jaga agar segala sesuatuya tetap sederhana.

Buatlah jadwal dan aturan yang jelas. Berapa banyak waktu yang sebaiknya dialokasikan untuk keluarga, tugas-tugas rumah tangga, dan usaha? Pilihlah waktu bekerja yang memungkinkan kita berpikir dengan jernih. Misalnya di pagi hari.

Hindari bekerja ketika tubuh dan pikiran sedang letih. Keputusan ynag kita buat menyangkut usaha bisa jadi bukan yang terbaik. Buatlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan per hari dan per minggu.

  • Biasan rutin.

Ikutilah jadwal yang sudah dibuat dan biasakan diri Anda mengikuti rutinitas tersebut. Apabila tetap berpedoman pada jadwal, usaha Anda bisa berkembang dengan lebih cepat.

  • Bagi tugas besar menjadi tugas-tugas kecil.

Jika harus menyelesaikan sebuah tugas besar, cobalah membagi-baginya menjadi langkah-langkah kecil. Ini akan sangat mempermudah penyelesaiannya dan kita pun bisa menjadi lebih fokus.

Misalnya, mendaftar merek usaha. Kita bisa memulainya dengan pertama-tama mencari nama yang unik, lalu mencari info pendaftaran merek, dst.

  • Janganlah berlama-lama.

Jika menghadapi suatu persoalan, usahakan untuk segera mencari jalan keluarnya. Kalau perlu, minta bantuan pihak lain. Yang juga penting untuk dipertimbangkan, tetaplah tenang. Ketenangan membuat kita bisa berpikir lebih jernih.

  • Tentukan hari kerja dan hari libur Anda.

Gunakan hari libur untuk berfokus pada urusan keluarga dan bekerjalah dengan penuh konsentrasi pada hari kerja.

Langkah ini sangat membantu kita menyeimbangkan urusan rumah dan bisnis. Di hari libur ajaklah keluarga untuk beraktivitas bersama dan jangan pikirkan pekerjaan.

  • Berpura-puralah bekerja di lokasi yang jauh.

Ada banyak sekali godaan yang harus dihadapi ketika bekerja di rumah. Ketika berjalan melewati ruang tamu, tba-tiba muncul ide untuk membereskan perabotan. Sesudahnya Anda ingin mencuci piring. lalu kapan Anda punya waktu untuk mengurus usaha?

Diperlukan disiplin dan komitmen untuk bisa sukses. Kalau memang tidak ada yang benar-benar darurat, berfokuslah pada urusan bisnis saja.

Bayangkan kantor Anda terletak 10km jauhnya dari rumah Anda, kan tidak mungkin bolak-alik hanya untuk mencuci piring atau membereskan perabotan. Jadi tunggulah hingga waktu kerja Anda usai.

  • Libatkan anak.

Dengan cara ini, ia akan merasa dibutuhkan dan memiliki peran. Berikan saja tugas-tugas sederhana untuk si kecil, seperti melipat surat atau merapihkan meja kerja.

Sementara itu si kakak bisa menbantu dengan menjawab panggilan telepon yang masuk. Berikan upah kepada anak-anak sebagai imbalan. Tindakan ini akan membantu anak memahami duinia usaha.

  • Terapkan sistem hadiah

Jika berhasil memenuhi target minggu ini, ajaklah keluarga makan malam di restoran favorit. Ajarkan kepada anak bahwa jika bisa membiarkan ibunya bekerja dengan tenang, di lain waktu Anda dan keluarga bisa pergi makan-makan lagi.

  • Sedaiakan sarana kreativitas.

Jika putra putri Anda punya minat dan bakat tertentu, sedaikan saran suaya mereka bisa menyalurkan kreativitas.

Daftarkan mereka dalam sanggar pengembangan ekspresi, seperti melukis, fotografi, mengarang dan sebagainya. Cara ini membantu anak-anak tidak terlalu kehilangan ibu mereka dan mereka bisa dengan cepat menyerap keterampilan di tempat lain.

Semoga bermanfaat 🙂

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply