Hati-Hati Perangkap Bisnis Money Game

Beberapa waktu terakhir saya sering menerima pesan berisi tawaran peluang bisnis dengan modal sedikit uang tetapi bisa menghasilkan keuntungan hingga berkali-kali lipat dalam waktu cepat. Menggiurkan ya?

Tapi untungnya sebelum saya terlanjur ikutan, saya membaca artikel bagus dari Majalah Pesona Edisi September 2014 berjudul “Mengelak dari Perangkap Money Game”

Saya share disini ya!

***

Asal Mula Bisnis Money Game ‘Skema Ponzi’

Seusai Perang Dunia I, Charles Ponzi , pria berkebangsaan Italia, menjadi perbincangan di Pantai Timur Amerika. Ia berhasil menghimpun dana 9,5 juta dolar As dari sekitar 10.000 investor dalam waktu singkat. Tetapi kemudian Ponzi ditangkap dengan tuduhan melakukan penipuan finansial.

Metodenya dinamakan ‘buble burst‘ yang kemudian kita kenal dengan istilah ‘skema Ponzi’. Ponzi mengajak investor untuk menanamkan dananya dengan menjanjikan keuntungan luar biasa, yaitu 50% dalam waktu 90 hari.

Padahal tidak ada bisnis apa pun disana. Ponzi hanya ‘memutar uang’ dengan cara membayarkan keuntungan kepada investor awal dengan uang yang didapat dari investor berikutnya. Skema ini terus berjalan sampai tidak ada lagi investor yang bergabung.

Bagi banyak orang, Charles Ponzi adalah pelopor di dunia money game atau apa pun namanya yang bersifat jaringan uang yang menipu. Hingga kini kasusnya tetap beranak-pinak dan korban masih terus berjatuhan, termasuk di Indonesia. Jangan sampai Anda menjadi salah satu korban money game ataupun invetasi bodong ya!

Mewaspadai Money Game

Apa itu money game? Sebenarnya sama saja dengan skema Ponzi. Sistem ini menggandakan uang dari anggota baru untuk disetorkan kepada anggota lama. Anggota baru bisa mendapatkan keuntungan bila bisa merekrut anggota baru berikutnya.

Yang patut diwaspadai adalah money game yang bekerja dengan cara yang lebih halus, yaitu dengan menjual produk tapi untuk basa basi saja. Sebab, produk tersebut dijual dengan harga yang sangat tinggi daripada produk serupa di pasaran. Keuntungan dari produk itulah yang nantinya akan dibayarkan kepada para investor.

Menurut J.M Eka Setyawibawa, dari EC Consulting, pembuat bisnis money game sudah menyadari sejak awal bahwa bisnis ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, semakin banyak anggota, semakin susah mereka merekrut anggota baru hingga akhirnya rontok dengan sendirinya. Sayangnya, pasal tentang janji keuntungan hanya bisa diberikan jika masih ada anggota baru – klausul yang biasanya disutujui begitu saja  oleh anggota baru yang mendaftar. Sehingga ketika bisnis ini bubar, sang pembuat money game susah untuk dijerat hukum.

ibu gaptekBisnis money game pun biasanya dikemas dengan cantik dengan nama yang berbeda-beda, demikian pula cara pemasarannya – secara online maupun offline. Sebut saja arisan kepercayaan, modus membantu sesama, hingga yang terang-terangan menyebut money game disertai testimoni para anggota yang sukses.

Menurut Eka, kasus money game terus terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum sadar dan paham tentang ekonomi. Padahal, melek ekonomi adalah salah satu strategi agar terhindar dari penipuan semacam money game atau investasi bodong.

Eka menambahkan, yang menjadi korban biasanya adalah tipe orang yang mudah tergiur  dengan iming-iming keuntungan tinggi, memiliki dana lebih tapi tidak tahu akan dialirkan kemana, serta orang yang tedesak secara ekonomi.

Tip mudah untuk menghindari penipuan ini adalah dengan memahami perbedaan money game dan bukan money game, seperti MLM resmi. Bisnis MLM bukanlah money game, sebab ada persyaratan untuk tergabung dalam Asosiasi Penjual Langsung (APL).

APL inilah yang akan mempelajari apakah suatu bisnis adalah money game atau bukan. Selain itu, MLM atau bisnis jaringan yang tidak menipu memiliki iuran anggota dengan nominal normaldan tidak memiliki syarat mutlak untuk merekrut anggota baru untuk mengembalikan uang mereka. Sementara money game biasanya mensyaratkan anggotanya untuk berbelanja barang tertentu dengan jumlah tertentu.

Cerdas Berinvestasi

Seringkali orang menyamakan money game dengan investasi bodong. Padahal, investasi berbeda dengan money game. Sebab, dalam investasi tidak ada keharusan untuk merekrut anggota baru.

Sejatinya ada dua jenis investasi, yaitu investasi sektor finansial (obligasi, saham, surat berharga, dll) dan investasi sektor riil (perkebunan, ternak, dsb). Sayangnya, investasi sektor riil yang memungkinkan berkembangnya usaha kecil dan mencegah ini kerap dijadikan kedok para investor bodong, karena perlindungannya memang lemah dan banyak perusahaan investasi sektor riil hanya memiliki izin usaha dagang,

Salah satu ciri utama investasi bodong adalah ada kata ‘dijamin’ dan menawarkan hasil yang pasti, Ini jelas janji-janji surga, sebab semua investasi pasti beresiko dan tidak pasti. Investasi yang sehat justru tidak ada jaminan tetapi memberikan indikasi keuntungan dan memiliki akta notaris. Selain itu pada suatu produk investasi tidak ada istilah ‘stop’ di tengah jalan, misalnya karena hewan ternaknya banyak yang mati.

Bila menemukan investasi semacam ini, Anda perlu mengajukan pertanyaan, “Bagaimana dengan kuotanya? Ada batas investor atau tidak?’ Investasi yang tanpa kuota serta berani menjamin keuntungan dengan nominal tertentu pastinya harus terus menerus menjaring investor baru.

Dan nila suatu saat tidak ada lagi investor baru yang datang setelah Anda, itu berarti sudah tidak ada lagi yang membayarkan keuntungan buat Anda. Dengan kata lain, uang yang telah Anda bayarkan raib dan Anda pun menjadi korban!

Memang, investasi yang paling sehat adalah investasi finansial di lembaga keuangan resmi, karena kodrat investasinya sudah jelas: bisa untung bisa rugi. Juga cenderung aman karena ada regulasi yang jelas demi keamanan nasabah. Namun, bila Anda ingin berinvestasi di sektor riil, misalnya di bidang perkebunan buah naga, pastikan Anda menyimak proses regulasi dengan jelas dan telah memahami setiap klausulnya, sehingga risiko penipuan atau risiko kerugian dapat diminimalisasi.

 

 

Leave a Reply