Hidup Adalah Pilihan

Hai Minggu kemarin 7 Desember 2014, saya hadir di acara Big OOM A Luxurius of Life Expanding Possibilities yang diselenggarakan oleh d’BC Network di Hotel Luxus, Mega Glodok Kemayoran Jakarta. Acara yang sangat meriah ini dipandu oleh host terkenal, Miund dan Hilbram Dunar, dihadiri oleh sekitar 3000 orang yang datang dari Jakarta dan sekitarnya. Termasuk dua orang downline saya yang datang jauh-jauh dari Bandung, Eika Tobing dan Sory Nababan.

Acara Big OOM yang bertemakan hidup adalah pilihan, menampilkan rekognisi para member d’BC Network  yang berhasil mencapai level baru, mulai dari level  3% hingga yang paling tinggi level Sapphire Executive Director. Dan ga ketinggalan ada sesi motivasi dari bintang tamu spesial, upline-nya d’BC Network, Meutia Rizki.

Hidup adalah pilihan. Seperti halnya saya memilih untuk meninggalkan rumah hari Minggu kemarin untuk hadir di acara Big OOM ini, meninggalkan kedua anak saya yang sedang bersiap menghadapi UAS esok hari, karena saya lagi butuh disemangati. Dan sharing motivasi dari leader-leader hebat di acara ini bisa memenuhi kebutuhan saya itu.

Hidup adalah pilihan. Namun ketika sukses dipertanyakan, tidak ada pilihan lain kecuali pilihan untuk sukses. Itu kata-kata motivasi dari Dini Shanti saat memulai acara. Mungkin ada banyak kesempatan di luar Oriflame, yang bisa dipilih seseorang untuk menjadi kaya. Namun Dini Shanti memilih kaya bersama-sama di Oriflame.

Hidup adalah pilihan. Seperti halnya seorang Wita yang memilih meninggalkan pekerjaan kantor dengan gaji tinggi, demi anak-anak yang membutuhkan ibu didekat mereka. Seorang Wita di kantor bisa digantikan oleh Wita-Wita lainnya, tetapi Wita sebagai ibu bagi anak-anaknya tak akan bisa digantikan oleh siapa pun. Maka mengerjakan Oriflame dari rumah adalah pilihan Wita untuk berada dekat anak-anak namun  tetap mendapatkan penghasilan puluhan juta rupiah per bulan.

Hidup adalah pilihan. Sebagaimana seorang Vonita memilih untuk bekerja keras di Oriflame sampai akhirnya mendapat penghasilan puluhan juta rupiah untuk bisa berkumpul bersama suami tercinta, yang bekerja di beda pulau dan bertemu hanya dua minggu dalam dua bulan.

Hidup adalah pilihan. Pilihan untuk serius mengerjakan bisnis sendiri dan meninggalkan kerja kantor bagi seorang Elly Tan. Bertahun-tahun kerja kantoran mengharap kenaikan gaji yang tak kunjung tiba. Namun ketika Elly memutuskan untuk fokus di Oriflame, penghasilannya kini jauh lebih besar dibanding gajinya saat masih bekerja kantoran.

Hidup adalah pilihan. Disaat hidup tak lagi memberikan pilihan selain bekerja keras, membuat Nadia Meutia tak kenal kata putus asa. Memulai Oriflame karena butuh uang untuk membayar hutang adalah motivasi terbesarnya. Dan lihat saja hasil kerja kerasnya saat ini. Penghasilan 1,8 milyar per tahun, cash award ratusan juta sudah dikumpulkannya. Dua mobil mewah sudah diterimanya. Belum lagi jalan-jalan keluar negeri yang semuanya full dibiayai oleh Oriflame.

Mengutip status Mia Kusumawati di FBnya, saat seseorang bisa memilih untuk bergaya dan bersikap sederhana, bukan karena “terpaksa” sederhana, itulah kemewahan hidup yang sesungguhnya. Dan karena Oriflame, Mia bisa memiliki banyak pilihan dalam hidupnya.

Hidup memang penuh dengan pilihan. Seperti halnya saya yang tetap memilih mengerjakan bisnis ini, walopun sebagian besar teman-teman di jaringan saya memilih berhenti.

Mengapa? Hanya satu jawabnya. Saya butuh duitnya 😀

Teman-teman… sudahkah memilih?

 

 

Leave a Reply