Usaha di Rumah

Rahasia Ibu Bekerja di Rumah

ibu bekerja di rumah

Menuju Aku Edisi Baru

Udah lama banget sejak terakhir saya ikutan acara offline d’BCN. Alhamdulillah kemarin Sabtu, 22 Agustus 2015 saya berkesempatan untuk hadir dalam training motivasi bersama Meuthia Rizki, buyut uplinenya d’BC Network. Acara yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam itu sukses membangkitkan kembali semangat saya yang sempat turun akhir-akhir ini.

Siapa yang nyangka, gaya bicara Mbak Thia yang berkobar-kobar dan selalu tampil ceria penuh semangat itu, semasa kecilnya dulu pernah mengalami gagap bicara. Pernah mengalami depresi setelah melahirkan (baby blues). Jatuh bangun meniti karir dan usaha sampai keluar masuk kantor polisi karena kasus yang menimpa perusahaan tempatnya bekerja.

Namun hikmah dibalik segala kesulitan itu bagaikan benih yang ditanam Mbak Thia dan membuatnya menjadi orang yang tangguh, tidak mudah putus asa dan tetap semangat melewati itu semua. Dan sekarang Mbak Thia sedang menuai hasilnya. Sukses membangun bisnis jaringan di Oriflame dengan penghasilan Rp 100jutaan per bulan dan meraih impian masa kecilnya berkeliling dunia.

Wooow… Luar biasa!

Menghadiri training motivasi secara offline memang kerasanya bedanya dengan training motivasi secara online melalui webinar ataupun etraining di Facebook Group. Di acara offline, aura semangatnya itu berasa banget emosinya. Ditambah lagi dapat bonus bukunya Mbak Thia “Aku Edisi Baru” yang isinya sangat menginspirasi. Padahal saya baru baca halaman prakata-nya, belum nyampe halaman isinya, uda banyak kata-katanya yang njleb banget. Dalem pisan ampe ke hati.

Maaf, saya belum bisa sharing banyak karena belum selesai baca bukunya.

Saya mau tamatin dulu bacanya untuk menuju Aku Edisi Baru 😀

 

aku edisi baru

 

 

 

Membangun Jaringan Membangun Masa Depan

Bagi pelaku bisnis Multi Level Marketing atau M LM, memiliki jaringan yang luas merupakan hal yang wajib. Namun seringkali para pemula di bisnis ini, termasuk saya, jadi keder duluan ga percaya diri karena merasa ga bakat dan ga punya pergaulan yang luas.

Padahal menurut Robyn Henderseon, seorang global networking specialist dalam bukunya Understanding Influences for Leaders at All Levell, menyebutkan bahwa setiap orang berpotensi untuk memiliki jejaring (networking) yang luas dan penuh peluang. Kalimat ini saya baca di artikel berjudul Networking, Investasi Karir Anda , pada Majalah Pesona Edisi Desember 2014.

Saya tuliskan intisari dari artikel tersebut untuk saya bagi disini.

Jadi menurut Robyn, setiap orang, apapun jenis pekerjaan dan pada level manapun orang itu bekerja,  membutuhkan pengembangan jejaring. Orang yang sadar bahwa jejaring adalah “life skill” bukan sekedar bagian dari tugas profesional, disebut dengan istilah “master networking”.

Para master networking ini merupakan pemimpin-pemimpin yang hebat, yang tetap meluangkan waktu untuk mengenal dan membangun relasi dari berbagai lapisan budaya, usia, dan komunitas yang berbeda-beda di tengah kesibukan mereka. Mereka juga meluangkan waktu untuk mengikuti perkembangan teknologi digital, seperti membangun pertemanan di berbagai jejaring sosial seperti facebook, twitter, pinterest atau path.

Selain itu, para master networking ini menganggap jejaring sosial sama pentingnya dengan jejaring profesional. Mereka membangun relasi mutualisme yang diisi dengan sharing, kepercayaan dan kerjasama yang saling menguntungkan, bukan mengambil keuntungan semata dari satu pihak.

Banyak keuntungan yang bisa diidapat dengan menjadi master networking. Diantaranya yaitu :

1. Pertemanan.

Mempunyai banyak teman membuat Anda lebih kaya dan beruntung. Misalkan saja, Anda pergi ke suatu daerah asing untuk urusan bisnis dan Anda harus mengurus sbeberapa hal, Berkat pertemanan yang luas Anda mendapat info tentang daerah tersebut, atau malah ada teman di sana yang siap menemani Anda.

2. Memiliki banyak penasihat.

Semakin banyak memiliki relasim semakin banyak pilihan yang Anda punya dalam mendapatkan informasi atau pertimbangan yang tepat dalam berbagi lingkup pekerjaanm seperti masalah hukum, keuangan, birokrasi dll.

3. Sumber Inspirasi.

Jejaring Anda bisa menjadi inspirasi, perspektif baru, atau ide-ide segar dalam pekerjaan Anda. Bertukar informasi dan pengalaman dengan berbagai relasi akan memberikan banyak inspirasi.

4. Kemampuan mempengaruhi orang lain.

Memiliki jejaring yang luas dan menjadi ‘visible and notice person‘ dapat mendongkrak popularitas Anda di berbagai komunitas. Mungkin tanpa disadari Anda menjadi orang yang cukup berpengaruh untuk menanamkan hal-hal positif. Menjadi orang yang berpengaruh juga memberi reputasi positif sehingga nama dan wajah Anda yang akan pertama kali terlintas saat ada proyek atau kegiatan yang bermanfaat bagi karir Anda.

5. Memiliki jaring pengaman.

Anda tidak tahu kapan masalah karir atu masalah lain menghampiri. Memiliki jejaring membuat Anda memiliki banyak jaring pengaman untuk dimintai pertolongan atau nasihat.

6. Personal branding semakin valueable, akibat reputasi dan kredibilitas yang terdongkrak di berbagai jejaring.

Seperti dikatakan Robert Kiyosaki, penulis best seller ‘Rich Dad, Poor Dad‘, semakin kaya seseorang ia akan senang membangun jejaring, bukan bekerja. Sehingga akhirnya pekerjaan atau bisnislah yang akan mencari Anda.

Namun perlu diingat, membangun jejaring ada aturan mainnya. Jangan sampai Anda salah bergaul di lingkungan yang bukannya membuat Anda berkembang, tetapi malah membawa pengaruh negatif bagi Anda. Anda juga harus ingat prinsip utama membangun jejaring adalah saling menguntungkan, bukan merugikan orang lain.

Apa saja aturan mainnya supaya memiliki jaringan  yang luas dan awet? Ada 5 aturan main yang perlu Anda perhatikan sebagai berikut:

1. Gunakan insting Anda untuk menyaring relasi yang memang tulus ingin menjalin relasi, bukan yang hanya ingin memanfaatkan Anda saja.

2. Networks aren’t for sale. Salah satu tercepat car amerusak jejaring adalah ‘menjual info’ dari relasi Anda kepada orang lain demi keuntungan Anda.

3. Good Networker tidak pelit ilmu. Sering-seringlah bertukar informasi dan tip tentang berbagai hal yang berguna di media sosial. Semakin sering Anda berbagi ilmu semakin banyak orang yang akan mencari Anda.

4. Kejujuran dan integritas menjadi poin penting untuk membuktikan bahwa Anda orang yang bisa dipercaya.

5. Jalin komunikasi secara berkala. Sesekali berkirim kabar lewat telepon,email atau ‘kopi darat’. Kini dengan adanya media sosial, interaksi bisa jauh lebih intens tanpa harus menggangu aktivitas Anda.

Nah sekaraang Anda sudah tahu aturan mainnya. Selamat berteman daaan…. have some fun yaaa! 🙂

Ngumpul-ngumpul Bio3 Smansa 94

Foto credit : Rini

Hidup Adalah Pilihan

Hai Minggu kemarin 7 Desember 2014, saya hadir di acara Big OOM A Luxurius of Life Expanding Possibilities yang diselenggarakan oleh d’BC Network di Hotel Luxus, Mega Glodok Kemayoran Jakarta. Acara yang sangat meriah ini dipandu oleh host terkenal, Miund dan Hilbram Dunar, dihadiri oleh sekitar 3000 orang yang datang dari Jakarta dan sekitarnya. Termasuk dua orang downline saya yang datang jauh-jauh dari Bandung, Eika Tobing dan Sory Nababan.

Acara Big OOM yang bertemakan hidup adalah pilihan, menampilkan rekognisi para member d’BC Network  yang berhasil mencapai level baru, mulai dari level  3% hingga yang paling tinggi level Sapphire Executive Director. Dan ga ketinggalan ada sesi motivasi dari bintang tamu spesial, upline-nya d’BC Network, Meutia Rizki.

Hidup adalah pilihan. Seperti halnya saya memilih untuk meninggalkan rumah hari Minggu kemarin untuk hadir di acara Big OOM ini, meninggalkan kedua anak saya yang sedang bersiap menghadapi UAS esok hari, karena saya lagi butuh disemangati. Dan sharing motivasi dari leader-leader hebat di acara ini bisa memenuhi kebutuhan saya itu.

Hidup adalah pilihan. Namun ketika sukses dipertanyakan, tidak ada pilihan lain kecuali pilihan untuk sukses. Itu kata-kata motivasi dari Dini Shanti saat memulai acara. Mungkin ada banyak kesempatan di luar Oriflame, yang bisa dipilih seseorang untuk menjadi kaya. Namun Dini Shanti memilih kaya bersama-sama di Oriflame.

Hidup adalah pilihan. Seperti halnya seorang Wita yang memilih meninggalkan pekerjaan kantor dengan gaji tinggi, demi anak-anak yang membutuhkan ibu didekat mereka. Seorang Wita di kantor bisa digantikan oleh Wita-Wita lainnya, tetapi Wita sebagai ibu bagi anak-anaknya tak akan bisa digantikan oleh siapa pun. Maka mengerjakan Oriflame dari rumah adalah pilihan Wita untuk berada dekat anak-anak namun  tetap mendapatkan penghasilan puluhan juta rupiah per bulan.

Hidup adalah pilihan. Sebagaimana seorang Vonita memilih untuk bekerja keras di Oriflame sampai akhirnya mendapat penghasilan puluhan juta rupiah untuk bisa berkumpul bersama suami tercinta, yang bekerja di beda pulau dan bertemu hanya dua minggu dalam dua bulan.

Hidup adalah pilihan. Pilihan untuk serius mengerjakan bisnis sendiri dan meninggalkan kerja kantor bagi seorang Elly Tan. Bertahun-tahun kerja kantoran mengharap kenaikan gaji yang tak kunjung tiba. Namun ketika Elly memutuskan untuk fokus di Oriflame, penghasilannya kini jauh lebih besar dibanding gajinya saat masih bekerja kantoran.

Hidup adalah pilihan. Disaat hidup tak lagi memberikan pilihan selain bekerja keras, membuat Nadia Meutia tak kenal kata putus asa. Memulai Oriflame karena butuh uang untuk membayar hutang adalah motivasi terbesarnya. Dan lihat saja hasil kerja kerasnya saat ini. Penghasilan 1,8 milyar per tahun, cash award ratusan juta sudah dikumpulkannya. Dua mobil mewah sudah diterimanya. Belum lagi jalan-jalan keluar negeri yang semuanya full dibiayai oleh Oriflame.

Mengutip status Mia Kusumawati di FBnya, saat seseorang bisa memilih untuk bergaya dan bersikap sederhana, bukan karena “terpaksa” sederhana, itulah kemewahan hidup yang sesungguhnya. Dan karena Oriflame, Mia bisa memiliki banyak pilihan dalam hidupnya.

Hidup memang penuh dengan pilihan. Seperti halnya saya yang tetap memilih mengerjakan bisnis ini, walopun sebagian besar teman-teman di jaringan saya memilih berhenti.

Mengapa? Hanya satu jawabnya. Saya butuh duitnya 😀

Teman-teman… sudahkah memilih?

 

 

Hati-Hati Perangkap Bisnis Money Game

Beberapa waktu terakhir saya sering menerima pesan berisi tawaran peluang bisnis dengan modal sedikit uang tetapi bisa menghasilkan keuntungan hingga berkali-kali lipat dalam waktu cepat. Menggiurkan ya?

Tapi untungnya sebelum saya terlanjur ikutan, saya membaca artikel bagus dari Majalah Pesona Edisi September 2014 berjudul “Mengelak dari Perangkap Money Game”

Saya share disini ya!

***

Asal Mula Bisnis Money Game ‘Skema Ponzi’

Seusai Perang Dunia I, Charles Ponzi , pria berkebangsaan Italia, menjadi perbincangan di Pantai Timur Amerika. Ia berhasil menghimpun dana 9,5 juta dolar As dari sekitar 10.000 investor dalam waktu singkat. Tetapi kemudian Ponzi ditangkap dengan tuduhan melakukan penipuan finansial.

Metodenya dinamakan ‘buble burst‘ yang kemudian kita kenal dengan istilah ‘skema Ponzi’. Ponzi mengajak investor untuk menanamkan dananya dengan menjanjikan keuntungan luar biasa, yaitu 50% dalam waktu 90 hari.

Padahal tidak ada bisnis apa pun disana. Ponzi hanya ‘memutar uang’ dengan cara membayarkan keuntungan kepada investor awal dengan uang yang didapat dari investor berikutnya. Skema ini terus berjalan sampai tidak ada lagi investor yang bergabung.

Bagi banyak orang, Charles Ponzi adalah pelopor di dunia money game atau apa pun namanya yang bersifat jaringan uang yang menipu. Hingga kini kasusnya tetap beranak-pinak dan korban masih terus berjatuhan, termasuk di Indonesia. Jangan sampai Anda menjadi salah satu korban money game ataupun invetasi bodong ya!

Mewaspadai Money Game

Apa itu money game? Sebenarnya sama saja dengan skema Ponzi. Sistem ini menggandakan uang dari anggota baru untuk disetorkan kepada anggota lama. Anggota baru bisa mendapatkan keuntungan bila bisa merekrut anggota baru berikutnya.

Yang patut diwaspadai adalah money game yang bekerja dengan cara yang lebih halus, yaitu dengan menjual produk tapi untuk basa basi saja. Sebab, produk tersebut dijual dengan harga yang sangat tinggi daripada produk serupa di pasaran. Keuntungan dari produk itulah yang nantinya akan dibayarkan kepada para investor.

Menurut J.M Eka Setyawibawa, dari EC Consulting, pembuat bisnis money game sudah menyadari sejak awal bahwa bisnis ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, semakin banyak anggota, semakin susah mereka merekrut anggota baru hingga akhirnya rontok dengan sendirinya. Sayangnya, pasal tentang janji keuntungan hanya bisa diberikan jika masih ada anggota baru – klausul yang biasanya disutujui begitu saja  oleh anggota baru yang mendaftar. Sehingga ketika bisnis ini bubar, sang pembuat money game susah untuk dijerat hukum.

ibu gaptekBisnis money game pun biasanya dikemas dengan cantik dengan nama yang berbeda-beda, demikian pula cara pemasarannya – secara online maupun offline. Sebut saja arisan kepercayaan, modus membantu sesama, hingga yang terang-terangan menyebut money game disertai testimoni para anggota yang sukses.

Menurut Eka, kasus money game terus terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum sadar dan paham tentang ekonomi. Padahal, melek ekonomi adalah salah satu strategi agar terhindar dari penipuan semacam money game atau investasi bodong.

Eka menambahkan, yang menjadi korban biasanya adalah tipe orang yang mudah tergiur  dengan iming-iming keuntungan tinggi, memiliki dana lebih tapi tidak tahu akan dialirkan kemana, serta orang yang tedesak secara ekonomi.

Tip mudah untuk menghindari penipuan ini adalah dengan memahami perbedaan money game dan bukan money game, seperti MLM resmi. Bisnis MLM bukanlah money game, sebab ada persyaratan untuk tergabung dalam Asosiasi Penjual Langsung (APL).

APL inilah yang akan mempelajari apakah suatu bisnis adalah money game atau bukan. Selain itu, MLM atau bisnis jaringan yang tidak menipu memiliki iuran anggota dengan nominal normaldan tidak memiliki syarat mutlak untuk merekrut anggota baru untuk mengembalikan uang mereka. Sementara money game biasanya mensyaratkan anggotanya untuk berbelanja barang tertentu dengan jumlah tertentu.

Cerdas Berinvestasi

Seringkali orang menyamakan money game dengan investasi bodong. Padahal, investasi berbeda dengan money game. Sebab, dalam investasi tidak ada keharusan untuk merekrut anggota baru.

Sejatinya ada dua jenis investasi, yaitu investasi sektor finansial (obligasi, saham, surat berharga, dll) dan investasi sektor riil (perkebunan, ternak, dsb). Sayangnya, investasi sektor riil yang memungkinkan berkembangnya usaha kecil dan mencegah ini kerap dijadikan kedok para investor bodong, karena perlindungannya memang lemah dan banyak perusahaan investasi sektor riil hanya memiliki izin usaha dagang,

Salah satu ciri utama investasi bodong adalah ada kata ‘dijamin’ dan menawarkan hasil yang pasti, Ini jelas janji-janji surga, sebab semua investasi pasti beresiko dan tidak pasti. Investasi yang sehat justru tidak ada jaminan tetapi memberikan indikasi keuntungan dan memiliki akta notaris. Selain itu pada suatu produk investasi tidak ada istilah ‘stop’ di tengah jalan, misalnya karena hewan ternaknya banyak yang mati.

Bila menemukan investasi semacam ini, Anda perlu mengajukan pertanyaan, “Bagaimana dengan kuotanya? Ada batas investor atau tidak?’ Investasi yang tanpa kuota serta berani menjamin keuntungan dengan nominal tertentu pastinya harus terus menerus menjaring investor baru.

Dan nila suatu saat tidak ada lagi investor baru yang datang setelah Anda, itu berarti sudah tidak ada lagi yang membayarkan keuntungan buat Anda. Dengan kata lain, uang yang telah Anda bayarkan raib dan Anda pun menjadi korban!

Memang, investasi yang paling sehat adalah investasi finansial di lembaga keuangan resmi, karena kodrat investasinya sudah jelas: bisa untung bisa rugi. Juga cenderung aman karena ada regulasi yang jelas demi keamanan nasabah. Namun, bila Anda ingin berinvestasi di sektor riil, misalnya di bidang perkebunan buah naga, pastikan Anda menyimak proses regulasi dengan jelas dan telah memahami setiap klausulnya, sehingga risiko penipuan atau risiko kerugian dapat diminimalisasi.

 

 

Kiat Mengatur Waktu Bisnis Dari Rumah

Lagi beres-beres majalah lama, eh ternyata nemu artikel menarik soal kiat mengatur waktu saat menjalankan bisnis dari rumah. Tips yang saya ambil dari Majalah Sekar Edisi 59/11 No 15-29 Juni 2011 ini memang ditujukan untuk pembaca ibu-ibu yang menjalankan usaha di rumahnya agar sukses  menjadi pebisnis rumahan dengan tetap memperhatikan keluarganya.

Cocok banget deh buat saya…heee 😀

Apa aja tu kiat-kiatnya. Yuk kita simak satu persatu.

  • Cari tau apa tujuannya.

Apa maksudnya kita berwirausaha? Apa konsekuensinya? Ini harus dipikirkan baik-baik sebelum kita menjalankan bisnis. Ketika menghadapi konflik, tujuan yang sudah ditetapkan di awal akan membantu mengatasi masalah tersebut. Kita pun kembali ke jalur yang benar.

  • Berbagi tugas.

Ketika memutuskan beriwirausaha, jangan menanggung sendiri beban pekerjaan rumah tangga. Sebaliknya, ajak suami berbagi tugas dan tanggung jawab mengurus rumah dan anak-anak.

Partisipasi sang ayah sangatlah berarti. Misalnya membantu merawat anak sakit atau menggantikan Anda yang berhalangan hadir ke pembagian rapor di sekolah.

  • Jelaskan alasan Anda berbisnis kepada anak.

Buah hati harus tahu mengapa ibunya terkadang begitu serius di rumah dan butuh waktu sendiri. Kalau tidak anak bisa rewel dan terus menerus memotong alur pekerjaan kita.

Ketika menjelaskan, gunakan bahasa yang mudah dipahami. Ini bukan berarti pekerjaan menjadi prioritas nomor satu. Keluarga tetaplah fokus utama Anda, namun Anda juga butuh waktu untuk menjalankan bisnis.

  • Tetapkan prioritas dan tentukan target.

Agar waktu tidak terbuang percuma, ada baiknya menentukan prioritas apa yang penting buat kita dan  keluarga.

Usahakan semua perencanaan (per hari, per minggu, atau per bulan) dibuat dalam bentuk tertulis. Dengan mencatat semua rencana, tujuan dan prioritas, waktu yang digunakan akan lebih efisien.

  • Miliki ruang kerja sendiri.

Saat menjalankan usaha di rumah, pekerjaan bisa dilakukan dimana saja. Hari ini bisa bekerja di dapur. Keeseokan harinya kita bekerja di ruang tamu. Tahu-tahu tanpa disadari, seluruh ruangan di rumah menjadi kantor Anda. Ini harus dihindari. Pilihlah satu ruangan yang hanya Anda gunakan untuk bekerja.

  • Jaga agar segala sesuatuya tetap sederhana.

Buatlah jadwal dan aturan yang jelas. Berapa banyak waktu yang sebaiknya dialokasikan untuk keluarga, tugas-tugas rumah tangga, dan usaha? Pilihlah waktu bekerja yang memungkinkan kita berpikir dengan jernih. Misalnya di pagi hari.

Hindari bekerja ketika tubuh dan pikiran sedang letih. Keputusan ynag kita buat menyangkut usaha bisa jadi bukan yang terbaik. Buatlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan per hari dan per minggu.

  • Biasan rutin.

Ikutilah jadwal yang sudah dibuat dan biasakan diri Anda mengikuti rutinitas tersebut. Apabila tetap berpedoman pada jadwal, usaha Anda bisa berkembang dengan lebih cepat.

  • Bagi tugas besar menjadi tugas-tugas kecil.

Jika harus menyelesaikan sebuah tugas besar, cobalah membagi-baginya menjadi langkah-langkah kecil. Ini akan sangat mempermudah penyelesaiannya dan kita pun bisa menjadi lebih fokus.

Misalnya, mendaftar merek usaha. Kita bisa memulainya dengan pertama-tama mencari nama yang unik, lalu mencari info pendaftaran merek, dst.

  • Janganlah berlama-lama.

Jika menghadapi suatu persoalan, usahakan untuk segera mencari jalan keluarnya. Kalau perlu, minta bantuan pihak lain. Yang juga penting untuk dipertimbangkan, tetaplah tenang. Ketenangan membuat kita bisa berpikir lebih jernih.

  • Tentukan hari kerja dan hari libur Anda.

Gunakan hari libur untuk berfokus pada urusan keluarga dan bekerjalah dengan penuh konsentrasi pada hari kerja.

Langkah ini sangat membantu kita menyeimbangkan urusan rumah dan bisnis. Di hari libur ajaklah keluarga untuk beraktivitas bersama dan jangan pikirkan pekerjaan.

  • Berpura-puralah bekerja di lokasi yang jauh.

Ada banyak sekali godaan yang harus dihadapi ketika bekerja di rumah. Ketika berjalan melewati ruang tamu, tba-tiba muncul ide untuk membereskan perabotan. Sesudahnya Anda ingin mencuci piring. lalu kapan Anda punya waktu untuk mengurus usaha?

Diperlukan disiplin dan komitmen untuk bisa sukses. Kalau memang tidak ada yang benar-benar darurat, berfokuslah pada urusan bisnis saja.

Bayangkan kantor Anda terletak 10km jauhnya dari rumah Anda, kan tidak mungkin bolak-alik hanya untuk mencuci piring atau membereskan perabotan. Jadi tunggulah hingga waktu kerja Anda usai.

  • Libatkan anak.

Dengan cara ini, ia akan merasa dibutuhkan dan memiliki peran. Berikan saja tugas-tugas sederhana untuk si kecil, seperti melipat surat atau merapihkan meja kerja.

Sementara itu si kakak bisa menbantu dengan menjawab panggilan telepon yang masuk. Berikan upah kepada anak-anak sebagai imbalan. Tindakan ini akan membantu anak memahami duinia usaha.

  • Terapkan sistem hadiah

Jika berhasil memenuhi target minggu ini, ajaklah keluarga makan malam di restoran favorit. Ajarkan kepada anak bahwa jika bisa membiarkan ibunya bekerja dengan tenang, di lain waktu Anda dan keluarga bisa pergi makan-makan lagi.

  • Sedaiakan sarana kreativitas.

Jika putra putri Anda punya minat dan bakat tertentu, sedaikan saran suaya mereka bisa menyalurkan kreativitas.

Daftarkan mereka dalam sanggar pengembangan ekspresi, seperti melukis, fotografi, mengarang dan sebagainya. Cara ini membantu anak-anak tidak terlalu kehilangan ibu mereka dan mereka bisa dengan cepat menyerap keterampilan di tempat lain.

Semoga bermanfaat 🙂

 

 

 

 

 

 

 

Belajar dari Pebisnis Tionghoa

Tulisan ini saya kutip dari artikel berjudul sama di Majalah Pesona edisi Februari 2011. Memang  edisi lama, namun tidak ada istilah basi untuk  berbagi pengetahuan bukan? Apalagi bila kita bisa mengambil pelajaran darinya.

Menurut pakar marketing Hermawan Kertajaya dari Mark Plus, faktor utama kesuksesan orang Tionghoa sebenarnya berawal dari faktor keterpaksaan. Entrepreneursiph itu muncul karena tidak ada jalan lain yang tersedia, sehingga daya juang mereka sangat tinggi karena itulah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

Selain faktor pendorong utama tersebut, Hermawan juga menyebutkan tiga nilai yang dipegang teguh oleh orang Tionghoa, yang ikut mendukung kesuksesan mereka sebagai pebisnis, yaitu:

1. Quang Shi, yaitu hubungan yang sangat erat dalam antar orang-orang Tionghoa. Ketika yang satu terlilit masalah, maka yang lain akan ikut membantu.

Misalnya, saat seorang pengusaha Tionghoa bangkrut dan tak punya modal lagi untuk memulai bisnis baru, pasti akan ada yang bersedia membantu, sekalipun usaha itu berpotensi rugi.

Selama orang yang diberi bantuan berlaku jujur dan tidak berbuat curang, maka teman atau saudaranya akan tetap membantu, meskipun dia sudah 2-3 kali bangkrut. Tapi jika sekali saja dia berbuat curang dan bohong, maka teman-teman dan kerabatnya akan berhenti menolong.

2. Wei-chi, yaitu optimis menghadapi krisis.  Wei artinya bahaya, sementara  chi artinya kesempatan. Jadi setiap kali krisis, ada dua hal yang harus dihadapi, yaitu melepaskan diri dari bahaya dan meraih kesempatan.

Orang Tionghoa selalu berpikir positif dalam menghadapi krisis dengan mengedepankan peluang yang ada dibanding kendalanya. Jadi mereka akan berusaha sekuat tenaga tanpa mengeluh untuk meraih kesempatan itu, sekecil apapun.

3. Mian-Zi artinya muka. Orang Tionghoa memegang prinsip, apapun yang terjadi jangan sampai ‘kehilagan muka’ alias harga diri. Misalnya, ia punya utang dan sudah jatuh tempo. Jika tak punya uang tunai, ia rela menjual asetnya untuk melunasi utang tersebut daripada harus kehilangan harga diri.

Inilah salah satu rahasia orang Tionghoa mudah mendapatkkan utang ketika mengajukan ke bank.

Tujuh Menguak Sukses

Selain ketiga nilai tersebut, masih ada sejumlah sikap dan kedisiplinan yang membuat orang Tionghoa tangguh dan kerap sukses dakam berdagang dan hartanya terus berkembang.

1. Terlibat sejak dini

Di kalangan pebisnis Tionghoa, melibatkan keluarga sejak dini adalah hal biasa, bahkan sejak bisnis berdiri dan anak berusia muda. Misalnya, bila seorang ayah membuka usaha rumah makan, maka anak-anaknya ditugaskan menjadi pelayan, sedangkan istri menjadi kasir. begitu anak-anak beranjak dewasa, mereka sudah menguasai seluk beluk bsinis di luar kepala dan menjalankannya tanpa canggung.

2. Administrasi dan pembukuan yang baik

Administrasi barang dan pembukuan penjualan yang baik adalah kekuatan lain dari para pebisnis Tionghoa. Adminsitrasi barang yang baik membuat stok barang selalu tersedia. Sangat jarang toko yang dijalankan pengusaha Tionghoa kehabisan stok barang. Sedangkan pembukuan yang baik membuat arus kas selalu berjalan lancar.

3. 20% biaya hidup

Menurut Hermawan, sebelum bisnis benar-benar sukses (dengan kata lain, sudah kaya raya), orang Tionghoa terbiasa hidup sederhana, yaitu dengan cara menggunakan hanya 20% dari harta kekayaan mereka. Misalnya, bila memiliki harta 100 juta, maka yang digunakan untuk biaya hidup hanya 20 juta saja. Sisanya ditabung atau diinevstasikan.

4. Berani ambil resiko

Pengusaha Tionghoa termasuk berani mengambil resiko. Keyakinan akan Wei chi yang menekankan bahwa selalu ada kesempatan di setiap rintangan, membuat mereka lebih berani mengambil resiko. Kata gagal sepertinya sudah dihapus dari kamus pengusaha Tionghoa.

5. Survei dan belajar

Pengusaha Tionghoa yang akan memulai usaha tak segan untuk bertanya dan belajar kepada siapa pun. Mereka akan melakukan survei ke teman, kerabat atau bahkan orang yang tak dikenal, untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai usaha yang akan digeluti membuat usaha orang Tioghoa cepat meroket, karena mereka sudah tahu seluk beluknya.

6. Pelayanan terbaik

Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan, ‘Jika tak pandai tersenyum jangan membuka toko’. Maksudnya, Anda harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tanpa pelayanan yang baik, dijamin pelanggan akan ngacir dan berpindah ke toko sebelah.

7. Memelihara relasi

Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga hubungan dengan pelanggannya. Hal sederhana yang acap kali dilakukan adalah memberikan hadiah kepada pelanggan. Meski tak selalu berharga mahal, hal tersebut akan meninggalkan kesan baik bagi pelanggannya, sehingga ingin selalu kembali ke toko tersebut.

***

Sungguh nilai-nilai dan etika yang luar biasa yang baik sekali untuk kita contoh. Sepertinya ga beda jauh dengan apa yang saya pelajari dari leader-leader Oriflame di d’BC Network.

Semoga saja saya bisa selalu konsisten menjalankannya. Amiin YRA