Pelajaran Tentang Leadership, Kerja Keras Dan Kekuatan Impian Dalam Dunia MLM

Dalam dunia MLM padat sekali pelajaran tentang leadership, kerja keras, komitmen dan kekuatan impian. Dulu saya sangat anti dengan MLM, sebab waktu itu (sudah lama sekali) hanya ingin menjadi tenaga ahli dan dibayar tinggi. Pernah sampai berantem sama temen sendiri yang prospekin, hehe..

Tapi saya lihat kegigihan temen saya itu luar biasa. Selang dua bulan kemudian saya sudah dapat 1 inti dari bisnis jenis ini. Kemudian saya memutuskan untuk bergabung. Motivasi saya ikut MLM untuk pertama kalinya adalah untuk belajar semangat dari temen-temen saya itu.

Ternyata benar, dalam sekian bulan saya merasakan bahwa dalam dunia MLM padat sekali pelajaran tentang leadership, kerja keras, komitment dan kekuatan impian tersebut. Yes, memang banyak juga pelaku MLM yang mungkin tak sejalan satu dengan yang lainnya, beda gaya gitu loh.

Ada yang mengedepankan kerja keras dan produktivitas, dan ada juga mereka yang mengedepankan IMING-IMING (join saja tanpa kerja maka akan berhasil). Saya sendiri rasanya lebih mengedepankan kerja keras, sebab secara umum itu lebih baik hasilnya.

Kerja keras juga dimulai setelah menemukan dan merasakan MLM yang akan diikuti tersebut memang REAL PRODUKNYA, jelas sekali keberadaannya dan wajar harga produknya, serta pastinya produk yang dipasarkan haruslah memang produk yang bermanfaat untuk membernya.

Sekarang saya suka dan menjalani bisnis MLM yang saya pilih. Salah satunya adalah MLM Abe Global dengan produk unggulannya Foredi dan TDM yang juga direkomendasikan oleh Boyke Dian Nugraha. Website support team saya dapat Anda akses disini ya friends: Abe Global Support

3-way link program: Toronto Videography

Jangan Takut Berubah

Nothing will change until we change it.

“Saya mau hidup lebih sehat. Saya mau sukses. Saya mau berhenti bekerja dan membuat bisnis sendiri.”

Begitulah sederet janji yang selalu Anda ucapkan dari waktu ke waktu. Nyatanya yang kerap terjadi adalah ucapan tinggal ucapan.

Takut Gagal

Menurut Alexander Sriewijono, psikolog dan konsultan pengembangan diri dari Daily Meaning, ibarat membangun sebuah gedung, pikiran kita adalah blue print dari suatu perubahan. Jadi, berhasil atau gagalnya suatu rencana, sangat bergantung pada ‘isi’ pikiran seseorang.

Ketika seseorang sedang merencanakan sebuah  perubahan, ia pasti akan berhadapan dengan dua risiko: sukses atau gagal. Sayangnya banyak orang cenderung kalah sebelum bertanding. Berbagai kecemasan menghantui kepala mereka: ” Apakah saya bisa tetap hidup mapan? Apakah citra diri saya akan menurun di mata orang?” Kecemasan-kecemasan ini mendera pikiran mereka sehingga akhirnya hidup mereka jalan di tempat.

Menurut Alex, kecemasan akan kegagalan atau ketidakpastian adalha salah satu penghalang seseorang untuk berubah. Kecemasan ini bisa jadi timbul karena mereka sudah terlanjur terjebak di dalam zona kenyamanan (comfort zone). Di zona ini seseorang merasa telah memperoleh segalanya sehingga merasa nyaman dan tidak perlu berubah.

Benahi Pikiran

Kenal dengan istilah berikut ini?

You are what you think

Jika kita membayangkan suatu kegagalan, maka pikiran tersebut seolah ‘memanggil’ berbagai kejadian yang membuat kita betul-betul gagal. Sebaliknya kalau kita selalu berpikir akan sukses, maka langkah kita akan mengantarkan menuju kesuksesan pula. Ini disebabkan karena pikiran kita mengikuti hukum tarik-menarik (law of attraction).

Jika dianalogikan dengan sebuah komputer, kata Erbe Sentanu, personal transformational coach dari Katahati Institute, otak manusia adalah hardware, sedangkan pikiran dan perasaan adalah software.

Di dalam software kita juga terdapat puluhan bahkan ratusan program yang terbentuk dari kebiasaan, pengalaman, maupun pengaruh lingkungan sejak kita lahir. Semua rekaman ‘program’ ini tersimpan di dalam hard disk yaitu pikiran bawah sadar.

Adanya gangguan dalam kinerja komputer disebabkan antara lain karena adanya ketidak cocokan antara software yang satu dengan yang lain (incompatible). Jika dipaksakan akan terjadi crash atau biasa kita bilang nge-hang.

Begitu halnya ketika kita ingin memasukkan software baru yaitu ingin sukses. Kalau di kepala kita masih dipenuhi pikiran negatif, seperti: percuma deh, saya pasti gagal, saya malu, saya ga bisa, susah, repot, ga punya waktu dan lain sebagainya, semakin kuat pula resistensi kita untuk melangkah.

Ini yang disebut dengan mental block (penjara mental). Pada dasarnya, mental block membelenggu gerak kita untuk melakukan sesuatu. Mulai dari kebiasaan, rutinitas, keyakinan hingga pengalaman traumatis bisa menyebabkan mental kita terpenjara.

Menurut Erbe, pikiran positif saja belum cukup tanpa diikuti dengan perasaan positif. Selama perasaan kita masih negatif terhadap kesuksesan, maka kita pun tidak akan memulai langkah menuju kesuksesan tersebut.

Keluar Dari Penjara Mental

Untuk membebaskan pikiran dari berbagai ‘penjara mental’, kita perlu mengidentifikasi dan meng-install ulang beberapa atau semua software yang tidak sinkron (incompatible). Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Reframing

Reframing adalah cara mengubah sudut pandang. teorinya orang baru mau berubah jika ia memperoleh reward (keuntungan) sebanding atau lebih besar dari ‘harga’ perjuangan yang dijalaninya. Semakin tinggi dan pentingnya reward yang didapat, semakin besar pula motivasi seseorang untuk meraihnya.

2. Visualisasi

Begitu dahsyatnya kekuatan pikiran, maka kita perlu menyeleksinya agar dapat  memotivasi tindakan kita  mencapai tujuan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan focusing dan visualisasi.

Sebelum mulai melangkah, bayangkan dulu gambaran tujuan secara deskriptif. Visualisasi ini sangat membantu untuk mengingatkan pada misi Anda sehingga tak goyah menghadapi berbagai gangguan.

3. Lakukan Dengan Santai

Untuk bisa menembus pikiran bawah sadar kita (gelombang alfa), maka kita perlu berada dalam kondisi relaks. menurut penelitian, dalam kondisi ini otak akan mengeluarkan hormon serotonin dan endorphin awhingga kita akan merasa nyaman, tenang dan bahagia.

Beberapa teknik yang dapat mengantarkan apda gelombang alfa ini adalah meditasi, zikir atau dengan mendengarkan CD Digital Prayer (terobosan teknologi dari Katahati Institute untuk reprogramming pikiran bawah sadar untuk berbagai kebutuhan traformasi diri).

Hanya saja pada kasus tertentu, seperti mengatasi trauma, memang dibutuhkan teknik khusus dan bantuan pihak ketiga dalam hal ini psikolog atau terapis untuk memantau prosesnya.

Jadikan Kebiasaan

Sejatinya, perubahan itu mutlak diperlukan untuk pengayaan hidup (life enrichment). Tak harus melakukan sesuatu perubahan yang dramatis. Cukup dengan melakukan sesuatu yang berbeda dan sedikit menantang pun bisa membuat hidup Anda lebih berwarna.

Anda bisa memilih perubahan yang sesuai dengan kemampuan. Kalau Anda termasuk tipe risk taker, mungkin bisa melakukan perubahan yang dramatis. tetapi kalau mau ‘bermain aman’, lakukan perubahan secara bertahap.

Cobalah memulai dari keseharian Anda. Lakukan eksperimen kecil untuk keluar dari rutinitas. Misalnya mengganti rute jalan Anda ke kantor. Sesekali cobalah beberapa jalur alternatif. Meski belum begitu lancar, tapi Anda bisa menemui pemandangan dan hal-hal baru yang membuat pikiran menjadi lebih segar. Atau, cobalah bekerja dengan  metode yang berbeda. Siapa tau Anda justru menemukan metode baru yang lebih efektif.

Dengan membiasakan berubah dari hal-hal kecil, kita tak lagi melihat perubahan sebagai suatu yang menakutkan. Sebaliknya, hal itu menjadi kebiasaan baru yang membuat kita siap mental  menghadapi perubahan yang besar.

Sumber: Majalah Pesona edisi Mei 2011

3-way link program: Preparedness Kit

Saatnya Harus Memilih

Membaca email dari support d’BCN sering membuat perasaan saya campur aduk ga karuan. Kadang-kadang merinding terharu biru membaca penuturan perjalanan Nadia Meutia dan Dini Shanti saat memulai bisnis Oriflame hingga mencapai Diamond dan terus melaju.

Kadang-kadang gemes geregetan membaca daftar nama-nama yang berhasil naik level. Apalagi saat ada nama-nama yang saya kenal. Asli ngiriiii banget.

Sementara saya masih di level yang sama berbulan-bulan lamanya.

Tapiiiii… kondisi stuck di level yang sama tidak membuat langkah saya berhenti sampai disini.

Malah membuat saya jadi introspeksi diri.

Kalo orang-orang itu bisa kenapa saya tidak?

Apa yang sudah dilakukan orang-orang itu yang belum saya lakukan?

Untungnya saya ga sendirian.

Selalu ada aplen-aplen yang siap sedia membantu. Siap mendengarkan saat saya curhat. Rela menggunakan webnya untuk menjaring prospek yang diberikan untuk saya. Selalu menyumbangkan idenya saat saya butuh saran.

Full supportive upline ever.

Sebab ini adalah bisnis saya.

Kalau saya mau sukses, saya sendiri yang harus bekerja keras mencapai kesuksesan itu.

Ga peduli seberapa banyak donlen yang asik tidur lelap dengan manisnya. Ga peduli seberapa sering donlen yang cuek aja saat saya colek-colek. Ga mau pusing dengan donlen yang banyak alasan saat saya ingatkan tentang bisnis ini.

Karena saat ini saya harus memilih.

Memilih berhenti dan menyerah dengan semua kondisi di atas.

Atau memilih terus .. terus.. dan terus berusaha hingga saya mencapai impian-impian saya.

Impian untuk membahagiakan orang-orang yang saya cintai.

Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan jalannya.

Amiin ya robbal ‘alamin

Ada Perbedaan Besar Setelah Mengalokasikan Waktu Dan Tenaga

Seorang teman ternyata membuat perbedaan besar (baca penghasilannya naik) setelah mengalokasikan tenaga dan waktu untuk bisnis barunya.

Sebelumnya, beliau lebih sering menjawab: tidak sempat untuk banyak hal, misalnya tidak sempat baca training, tidak sempat promosi, tidak sempat cerita ke teman tentang bisnis barunya tersebut. Kalau memang demikian, memang sulit dibayangkan untuk mengharapkan penghasilan yang membanggakan.

Tetapi setelah ia rela dan gembira mengalokasikan waktu dan tenaga untuk menjalankan bisnis Abenya ini, maka hasilnya pun jauh lebih lumayan 🙂

Apapun bisnis anda, baik baru atau lama maka cobalah untuk menyediakan waktu dan tenaga plus inovasi yang terus menerus agar kemungkinan untuk mendapatkan hasil menjadi jauh lebih besar.

Setuju?

Jual Produk Dan Bisnis Sekaligus

Untuk rekans pemain bisnis jaringan (bisnis MLM) saya kira kombinasi 2 hal ini adalah yang sangat penting yaitu bisa jual produknya dan juga bisa jual bisnisnya sekaligus. Bisa jual bisnis maksud saya adalah pandai membuat orang lain juga bergabung dan juga menjalankan bisnis jaringan yang anda bangun tersebut, atau katakanlah pandai merekrut distributor baru.

Kalau hanya bisa jual produk saja tapi tidak pandai mengembangkan jaringan pemasar maka itu bukan bisnis mlm (multi level marketing) namanya melainkan one level marketing kan? atau malah zero level ya? hehe.. Sebaliknya jika sama sekali tidak bisa jual produk dan hanya rekrut-rekrut terus saja, maka bisa jadi itu produk memang tak laku, dan bisnis tersebut tergolong hanya arisan berkedok produk atau katakanlah money game. Sangat mungkin seperti itu.

Dalam bisnis jaringan Abe Global kami dengan mudah bisa bisa melakukan keduanya 🙂 Ya jual produk dan ya juga jual bisnisnya. Sebab baik produknya dan juga bisnisnya keduanya cemerlang. Untuk Anda yang ingin berpartisipasi dalam bisnis jaringan Abe Global seperti saya maksudkan diatas, berikut ini website support kami yang akan membantu anda jual produk sekaligus juga jual bisnis: Abe Global Support.

Apa Kata Safir Senduk

Salah satu upline saya, Yati Suparjo, menulis note di FB-nya.

Saya copas disini tentu dengan seijin beliau.

Yuk maree… silahkan disimak baik-baik.

—————————————————-

Why is it ML*M sounds very bad? Not even try to know it first, it’s like an allergic disease. Some people don’t even want to touch it cause too afraid it will hurt you so much. (Halah….. gara2 baca novel twilight jadi pengen ingris2an mulu).

But it’s true, isn’t?

Kaya-nya orang baru dengernya ajah langsung kabur (*tanpa pamit)

Tapi ya engga salah2 juga sih hehehe, mungkin memang ada beberapa yg mengatas namakan ML*M padahal ternyata money game, alih2 semua ML*M jadinya kena deh.

Sambil nge-refresh (saya yakin sebagian orang sudah pernah baca kutipan Safir Sinduk tentang ML*M ya)

Dan kalau dari keterangannya, sangat jelas Oriflame adalah salah satu “pure” murni ML*M yang sangat bersih dan bukan money game ataupun piramida.

Yuk dibaca dulu 🙂 (sedikit saja luangkan beberapa menit ya, ngga pake kabur dulu :D)

*******************************************************************

Pak Safir yang terhormat, Saya seorang ibu rumah tangga. Saya baru saja membaca tulisan Bapak tentang bisnis jaringan pemasaran, dan saya sangat tertarik sekali membacanya. Tapi kok, saya sering melihat ada banyak teman saya gagal menjalankan bisnis seperti itu. Saya juga berpikir, apakah saya bisa menjalankan bisnis seperti itu? Bisnisnya sih menarik, tapi ini lho, waktunya. Sebagai ibu rumah tangga yang punya dua anak yang masih kecil, apa saya bisa menjalankan bisnis seperti yang Bapak ceritakan?

Terus ada satu lagi. Ketika saya menunjukkan artikel Bapak kepada suami saya, dia mengatakan bahwa bisnis seperti itu bagus, tapi bisnis itu hanya biasa dijalankan oleh orang-orang dari kalangan ekonomi tertentu saja. Mungkin karena suami saya merasa bahwa dia sudah berkecukupan barangkali ya? Saya sendiri cukup tersinggung mendengarnya. Memang sih, sampai saat ini kami sekeluarga hidup berkecukupan. Tapi apa salahnya kami menjalankan bisnis itu? Sepanjang itu halal enggak apa-apa kan Pak Safir?

Mohon tanggapannya dan terima kasih banyak. Mudah-mudahan Pak Safir bisa terus memberikan informasi tentang bisnis-bisnis seperti ini sehingga orang seperti saya bisa semakin terbuka pikirannya tentang adanya peluang-peluang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

N di Jakarta

===================

Ibu N di Jakarta,

Senang sekali saya bisa mendapatkan surat dari Anda. Sebetulnya, kalau bicara apakah bisnis jaringan pemasaran itu bagus atau tidak, jawabannya jelas, bisnis itu bagus sekali. Bagus dalam arti bahwa potensi penghasilannya bisa sangat tidak terbatas, sampai bagus dalam arti bahwa bisnis tersebut bisa membantu mengubah sikap dan kepribadian seseorang menjadi lebih baik.

Namun demikian, walaupun banyak orang sudah tahu bahwa bisnis seperti itu bagus, masih saja ada mitos-mitos hal yang menghambat mereka untuk menekuninya. Di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa di antaranya, dan bagaimana tanggapan saya terhadap keberatan-keberatan tersebut.

1. Banyak orang yang tidak berhasil dalam bisnis ini

Betul. Banyak orang yang gagal dalam menjalankan bisnis ini, tapi hal ini juga terjadi pada berbagai bidang bisnis lain. Buktinya, banyak juga kok orang yang berhasil menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Masuknya Anda dalam bisnis jaringan pemasaran bukan berarti bahwa itu merupakan jaminan keberhasilan. Anda hanya bisa berhasil dalam bisnis seperti ini kalau Anda bekerja. Masalahnya, banyak orang yang masuk ke bisnis ini mengharapkan bahwa mereka bisa berhasil tanpa perlu bekerja. Itu jelas mustahil.

Jadi, ketidakberhasilan juga terdapat di bisnis apa pun. Kalau Anda mau melihat apakah ada orang yang sudah berhasil dalam menjalankan bisnis jaringan pemasaran, ada banyak pertemuan atau acara-acara yang diadakan oleh para kelompok distributor yang sudah berhasil yang bisa Anda hadiri. Di sana Anda bisa melihat contoh dari orang-orang yang sudah berhasil.

2. Bisnisnya bagus, tapi bukan untuk orang seperti saya

Itu namanya gengsi. Biasanya ada dua macam hal yang menyebabkan orang merasa gengsi dalam melihat peluang bisnis jaringan pemasaran. Gengsi yang pertama adalah karena bisnis jaringan pemasaran melibatkan penjualan secara langsung (direct selling), sehingga banyak orang merasa gengsi dalam menjual. Menjual dianggap tidak lebih bergengsi dibanding membeli, karena bagi sebagian orang, kegiatan menjual menunjukkan bahwa Anda tidak punya uang, sedangkan kegiatan membeli dianggap jauh lebih bergengsi karena membeli menunjukkan bahwa Anda punya uang.

Boleh-boleh saja kalau seseorang merasa gengsi melakukan kegiatan menjual dan lebih suka membeli saja. Tapi apa yang terjadi kalau Anda terus menerus membeli? Lama-lama uang Anda habis kan? Jadi, seseorang harus menjual untuk bisa mendapatkan sesuatu agar kelak dia bisa terus hidup dan membiayai pengeluaran- pengeluarannya.

Perlu diingat, semua orang hidup dari menjual sesuatu. Seorang dokter menjual jasa kedokteran kepada pasiennya. Seorang karyawan menjual keahliannya kepada perusahaan tempat dia bekerja. Malah pernah ada pepatah yang mengatakan bahwa pada prinsipnya hanya ada dua profesi di dunia ini, yaitu penjual dan pembeli. Penjual menjual sesuatu dan mendapatkan kompensasi berupa uang, sedangkan pembeli mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu. Anda pilih yang mana?

3. Saya sibuk dan tidak punya waktu

Kalau Anda datang ke acara-acara yang diadakan oleh para distributor dari perusahaan jaringan pemasaran, Anda bisa melihat bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang juga bekerja di tempat lain dan sangat sibuk. Beberapa di antara mereka malah memiliki jabatan yang cukup baik di perusahaan tempat mereka bekerja. Ada yang manajer, ada yang direktur, ada profesional, dan banyak lagi.

Kebanyakan di antara mereka memang menjalankan bisnis ini secara part time atau sambilan, tetapi dengan kadar keseriusan yang sama seperti kalau mereka bekerja di kantor mereka.

Saya seringi melihat bahwa orang yang mengatakan bahwa mereka sibuk, sebetulnya mereka bukannya sibuk, tapi tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan tidak melakukan prioritas kegiatan secara benar.

Kalau Anda menganggap bisnis jaringan pemasaran adalah bisnis yang bagus, bahkan bisa memberikan semacam royalti kepada anak cucu Anda, maka Anda pasti akan memprioritaskan waktu Anda untuk bisa menjalankannya, walaupun dengan waktu yang sedikit tiap harinya.

Jadi, tidak ada orang yang terlalu sibuk untuk tidak menjalankan bisnis ini. Yang ada adalah orang yang tidak bisa memprioritaskan waktu kerjanya dengan baik.

4. Ini bisnis piramid, yang masuk duluan pasti penghasilannya lebih besar daripada yang masuk belakangan.

Berdasarkan pengamatan saya, ini bukan bisnis piramid. Kalau Anda masuk di tahun 2010 misalnya, Anda punya kemungkinan berhasil yang sama besar kalau Anda masuk sekarang. Banyak orang menjalankan bisnis ini baru dua tahun lalu sudah bisa berhasil dan mendapatkan penghasilan yang cukup besar, padahal banyak yang belum berhasil walaupun sudah masuk lebih dulu. Jadi, ini bukan bisnis piramid. Mau lihat buktinya? Datang ke acara-acaranya.

5. Saya tidak berbakat menjual dan karena itu tidak bisa menjual

Seperti yang pernah saya tuliskan dalam nomor-nomor yang lalu, Anda tidak perlu punya bakat dan keahlian dalam menjual untuk bisa menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Ini karena dalam bisnis jaringan pemasaran, Anda tidak disarankan untuk fokus kepada kegiatan menjual, tetapi lebih kepada menjual sedikit, dan membangun jaringan orang-orang yang juga menjual sedikit.

Sistem yang sudah berhasil bahkan menyarankan agar Anda melakukan presentasi bisnis kepada orang-orang yang sudah Anda kenal, dan dari situ, bila mereka tertarik, mereka akan bergabung dibawah pensponsoran Anda.

Bila mereka tidak tertarik, bisa Anda berikan Brosur Produk dan Daftar Harga untuk selanjutnya Anda layani kebutuhan mereka setiap bulannya akan barang dan jasa Anda. Di situlah Anda tidak perlu punya keahlian menjual. Bahkan kalau Anda juga memakai produknya, Anda bisa dengan mudah menceritakan kelebihan produk tersebut dan menjadi pemakai produk. Bukan berarti menambah pengeluaran, tapi Anda hanya sekadar mengganti merk produk yang biasa Anda pakai di rumah.

Itu saja tanggapan saya Ibu N. Mudah-mudahan sukses selalu menyertai Anda. Selamat menjalankan bisnis jaringan pemasaran.

———-

Dok. NOVA